Ujian Akhir Semester Kajian Fiqih, Mahasiswa UNUHA Diuji Pemahaman Ibadah dan Kehidupan Sosial

Suasana serius dan penuh konsentrasi tampak di ruang perkuliahan ketika mahasiswa Universitas Nurul Huda (UNUHA) mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) Kajian Fiqih. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mengukur sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap ilmu fikih yang selama ini mereka pelajari, baik dalam aspek ibadah mahdhah maupun tuntunan sosial.

Ujian tidak hanya mengandalkan kemampuan menghafal, tetapi lebih pada penguasaan konsep, pemahaman dalil, serta kemampuan menganalisis persoalan keagamaan yang dihadapi masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa tidak sekadar diuji secara teori, tetapi juga diasah kepekaannya dalam mengaitkan ilmu fikih dengan realitas kehidupan sehari-hari.

“Ujian fikih ini bukan hanya menilai kecerdasan kognitif, tetapi juga mengukur kesungguhan mahasiswa dalam menginternalisasi nilai-nilai syariat. Harapannya, mereka mampu menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan siap menjadi teladan di tengah masyarakat,” ungkap salah seorang dosen pengampu mata kuliah.

Mahasiswa tampak antusias menghadapi ujian ini. Persiapan matang dilakukan jauh-jauh hari, mulai dari diskusi kelompok, murojaah kitab, hingga praktik ibadah bersama. Semua itu mencerminkan keseriusan mereka dalam menjaga tradisi ilmiah sekaligus meneguhkan jati diri sebagai generasi penerus ulama dan intelektual muslim.

Ujian akhir semester ini diharapkan menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk terus memperdalam kajian fikih, tidak hanya dalam ruang akademik, tetapi juga dalam praktik nyata kehidupan sosial. Sebuah langkah nyata UNUHA dalam melahirkan lulusan yang cerdas, religius, dan berkomitmen pada pengabdian umat.

Share your love
adminpak
adminpak
Articles: 10

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *