Dalam upaya menjaga tradisi intelektual Islam sekaligus memperkaya khazanah keilmuan mahasiswa, Universitas Nurul Huda (UNUHA) secara konsisten menggelar Kajian Tafsir dan Kitab Kuning yang dilaksanakan rutin setiap dua minggu sekali. Kegiatan ini menjadi ruang ilmiah yang menghadirkan nuansa pesantren di lingkungan akademik kampus.
Kajian ini dipandu langsung oleh para kiai dan dosen yang memiliki kompetensi mendalam dalam bidang tafsir Al-Qur’an serta kitab turats. Melalui kajian tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar memahami teks, tetapi juga menggali makna filosofis dan kontekstual yang relevan dengan dinamika kehidupan modern.
“Tradisi pesantren yang kita hadirkan di UNUHA melalui kajian kitab kuning dan tafsir ini adalah ikhtiar untuk menjaga warisan ulama sekaligus membentuk generasi Qur’ani yang berpikir kritis, berakhlak mulia, dan siap mengabdi pada umat,” ungkap salah satu pemateri dengan penuh semangat.
Antusiasme mahasiswa terlihat jelas, setiap pertemuan diikuti dengan kesungguhan dan rasa haus akan ilmu. Diskusi yang interaktif menambah suasana hidup, sehingga kegiatan ini bukan hanya sekadar belajar teks klasik, melainkan juga dialog peradaban antara tradisi dan kebutuhan zaman.
Dengan terlaksananya kajian dua pekanan ini, UNUHA menegaskan dirinya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen menjaga identitas kepesantrenan sekaligus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan secara komprehensif. Harapannya, kajian ini menjadi wasilah lahirnya ulama intelektual yang mampu memadukan nilai-nilai tradisi dengan tantangan global.

